Konservasi Berbasis Masyarakat di Solor Selatan Dapat Dukungan Kemenag Flores Timur
By Admin

Dok. Kemenag
nusakini.com, Flores Timur – Upaya pelestarian penyu yang dilakukan masyarakat di Penangkaran Penyu Jalur Gasa, Desa Sulewaseng, Kecamatan Solor Selatan, mendapat dukungan dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur. Dukungan itu ditunjukkan melalui kegiatan pelepasan 250 tukik bersama pengelola konservasi dan para kepala madrasah, Sabtu (13/6/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah (KKM MTs) Kabupaten Flores Timur tersebut menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan masyarakat dalam menjaga ekosistem laut.
Pengelola Penangkaran Penyu Jalur Gasa, Mus Melur, menyambut baik kehadiran jajaran Kementerian Agama dan para kepala madrasah. Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak menjadi dorongan bagi masyarakat yang selama ini mengembangkan konservasi penyu berbasis komunitas.
“Kehadiran Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur menjadi penghargaan bagi kami yang terus berupaya melestarikan tukik melalui inovasi konservasi yang kami lakukan. Dukungan ini menjadi penyemangat untuk terus menjaga kelestarian penyu dan lingkungan pesisir,” kata Mus Melur.
Ratusan tukik yang dilepas ke laut menjadi simbol harapan bagi keberlanjutan populasi penyu sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem pesisir yang menjadi sumber kehidupan masyarakat setempat.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur, Yosef Aloysius Babaputra, menilai konservasi yang dijalankan masyarakat memiliki peran penting dalam melindungi satwa laut dan habitatnya. Ia mengapresiasi dedikasi pengelola penangkaran yang secara konsisten melakukan perawatan dan pelepasliaran tukik.
Menurut Yosef, pelestarian lingkungan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, melainkan membutuhkan partisipasi aktif masyarakat dan berbagai lembaga.
Ia menambahkan, keterlibatan para kepala madrasah dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa dunia pendidikan juga memiliki peran strategis dalam menanamkan kesadaran lingkungan kepada generasi muda.
Melalui kolaborasi yang terbangun, diharapkan upaya konservasi penyu di Solor Selatan dapat terus berkembang dan menjadi contoh praktik pelestarian lingkungan yang melibatkan masyarakat secara langsung demi menjaga keberlanjutan ekosistem laut.